Recent Posts

Motives Behind of the North and South Korea Peace Pact

The peace pact between the North and South Korea in 27th April 2018 was a historical moment for the Koreans after 65 years of civil war. It also sparks new hope for … Continue reading Motives Behind of the North and South Korea Peace Pact

Why Indonesia Should Resist ASEAN Integrated Union?

Opinion: Asmiati Malik As the political, economic interest emerges from Malaysia and Singapore as export-oriented countries to establish stronger cooperation within ASEAN countries into the ASEAN Union, Indonesia still strongly … Continue reading Why Indonesia Should Resist ASEAN Integrated Union?

Education and its Problems in Indonesia

Illustration, Photo source: mahdaen.tv Opinion: Asmiati Malik After almost eight decades enjoying the freedom from colonisation yet the face of education development in Indonesia is still far below expectation. Even within … Continue reading Education and its Problems in Indonesia

3 Phases of Corruption: A Reflection of Setya Novanto’s Electronic ID Corruption Case in Indonesia

  Indonesia’s media intensively reports Setya Novanto’s corruption case regarding e-KTP (Electronic Residential IDs) procurement which causes state loss of Rp 2.3 trillion. Numerous shows involving political analyst, a think-tank … Continue reading 3 Phases of Corruption: A Reflection of Setya Novanto’s Electronic ID Corruption Case in Indonesia

Nepotism is bad for the economy but most people underestimate it

Corruption is rampant in Indonesia but so is nepotism, or favouritism granted to family, friends and individuals. Many believe corruption is worse than nepotism.

Literasi dan Emosionalitas Beragama di Indonesia

Menurut data Unesco, Indonesia adalah negara dengan tingkat literasi rendah, berada pada posisi 60, diatas Thailand. Itu berarti minat baca di Indonesia masih sangat rendah. Itu juga tercermin pada index pembangunan manusia yang rendah berada pada posisi 113, sangat jauh dibawah Malaysia yang berada diposisi 59, dan Thailand 87.

Politik Penyangkalan di Indonesia

Kebijakan ekonomi politik di Indonesia sangat identik dengan politik penyangkalan (pintar-pintar ngeles). Politik penyangkalan disini mengacu pada penyangkalan akan pokok permasalahan atau menolak untuk menghadapi (menerima) kenyataan dan mengingkari segala tuduhan yang memiliki dampak politik jangka pendek, sehingga menafikkan dampak jangka panjang.

Mencecah Politik, Agama, dan Terorisme

Terorisme sendiri dalam Bahasa Ingris disebut terrorism yang muncul diabad ke 17 selama masa pemerintahan Faksi Jacobin yang dipimpin oleh Maximilien Robespierre yang berlansung dimasa revolusi Perancis.

Mewaspadai Kenaikan Harga Minyak Dunia

Analist dari Bank of America Merrill Lynch (BAML) memperkirakan harga minyak akan mencapai $100/barel. Itu berarti pukulan telak untuk industri yang sangat bergantung pada pergerakan minyak dunia termasuk salah satunya perusahaan angkutan baik itu darat, udara maupun laut.

Kebangkrutan Ekonomi Venezuela

Venezuela adalah negara yang berada di Amerika Latin dengan ibu kota Caracas. Venezuela berbatasan dengan Columbia, Guyana dan Brazil. Venezuela pernah menganut paham sosialist demokrasi sebelum menganut sosialist otoriter. Akar pemasalahan ini dimulai ketika dimasa pemerintahan Hugo Chavez selama 14 tahun dari 1999 -2013.

Dana Asing Dan Pelemahan Rupiah

Pelemahan Rupiah belakangan ini, tidak bisa dipisahkan dari pengaruh keluarnya dana asing dipasar domestik Indonesia (capital outflow). Ini menyebabkan nilai tukar Rupiah terhadap dolar jadi sempoyongan, sehingga Bank Indonesia harus mengambil langkah kebijakan moneter untuk menaikkan suku bunga dua kali dalam sebulan, yang sebelumnya berada pada basis 4.50% ke angka 4.75%.

Dinamika Politik Diplomasi Amerika Serikat dan Korea Utara

Drama pertemuan diplomatik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Korea Utara Kim Jong Un menyita perhatian dunia, setelah sebelumnya Presiden Trump membatalkan pertemuan dengan Presiden Kim yang direncanakan pada tanggal 12 June 2018 di Singapur.

Maju kena, mundur kena: Indonesia di tengah gejolak harga minyak dunia

Di satu sisi, pemerintah tidak bisa menahan besarnya tekanan kenaikan harga minyak dunia yang akan menyebabkan pembengkakan alokasi anggaran belanja untuk impor minyak. Ini pada akhirnya akan membebani struktur belanja pemerintah, sehingga menyebabkan beberapa program pemerintah harus dibatalkan atau ditunda.

Akankah Singapore Summit Menjadi Legasi Politik Presiden Trump

Dua tokoh politik dunia yang berasal dari latar belakang politik yang sangat berbeda, dimana Trump mewakili politik demokrasi alat barat sedangkan Kim Jong Un seringkali digambarkan sebagai pemimpin diktator yang menjadi ancaman buat demokrasi dan stabilisasi keamanan global.

Memahami Pasar Keuangan Dunia dan Pengaruhnya pada Nilai Tukar Rupiah

Pada prinsipnya tidak ada gejolak ekonomi yang berlangsung secara tiba-tiba. Akan tetapi, pasti diawali dengan munculnya beberapa peristiwa yang membawa letupan besar. Berikut adalah tahapan beberapa peristiwa tersebut: